Kabar Toko
Dua Hari di Balik Panggung City of Anthems: Frontline Worship, Canopus, dan Malam Penuh di Sabuga
Catatan dua hari REMIX di live recording City of Anthems, Frontline Worship IFGF Bandung, di Sabuga 20 Oktober 2026 bersama Sidney Mohede dan Sari Simorangkir: dari peti drum Canopus yang dibongkar sampai confetti di penutup.

Senin siang, 19 Oktober 2026, Sabuga masih sepi. Kursi merah dan biru kosong semua, rangka panggung baru separuh berdiri, dan di lantai gedung berjajar peti-peti merah bertuliskan CHORDOZORA. Isinya drum Canopus. Semuanya disiapkan untuk satu malam: live recording City of Anthems dari Frontline Worship.
Kami ikut ada di sana sejak hari itu. Ini catatan dua hari dari balik panggung.

Tentang City of Anthems
City of Anthems adalah live recording Frontline Worship, tim worship dari IFGF Bandung. Acaranya digelar Selasa, 20 Oktober 2026, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari 73, Bandung. Taglinenya singkat: One stage. One voice. One anthem. Dua tamunya nama besar di musik rohani Indonesia, Sidney Mohede dan Sari Simorangkir.
Frontline Worship sendiri masih muda. Ia lahir tahun 2020 di masa pandemi, tumbuh dari paduan suara Frontline Chorus. Namanya diambil dari kisah di 2 Tawarikh 20:21, waktu Raja Yosafat menempatkan para penyanyi di barisan paling depan, di depan pasukan. Album pertamanya, City of Worship (2025), direkam live di hari Kenaikan dan berisi aransemen baru lagu-lagu Harvest Praise Ministry. City of Anthems adalah langkah berikutnya.
Peti merah dari Surabaya
Hari pertama habis untuk bongkar muat. Peti-peti merah itu dibuka satu per satu, dan dari dalamnya keluar satu set drum Canopus dengan finishing sparkle merah yang langsung berkilau begitu kena lampu gedung.

Canopus adalah pembuat drum dari Tokyo, Jepang. Drumnya dibuat dengan tangan di Jepang, dan namanya paling dikenal lewat snare Zelkova: shell utuh dari batang pohon zelkova yang dilubangi, bukan lembaran kayu yang ditekuk. Lini lainnya antara lain R.F.M., Yaiba, dan Neo-Vintage. Drum mereka dipakai drummer seperti Brian Blade, Harvey Mason, dan Keith Carlock. Di Indonesia, endorser Canopus antara lain Echa Soemantri, Demas Narawangsa, dan Amos Cahyadi.

Peti-peti tadi datang dari Chordozora, distributor resmi Canopus di Indonesia yang berbasis di Surabaya. Canopus juga jadi salah satu sponsor acara ini. Di kulit bass drum dan di cymbal-nya terbaca nama Murat Diril, pembuat cymbal dari Turki.

Ada kabar yang ikut lahir dari acara ini: REMIX dan Chordozora mulai bekerja sama, dan drum Canopus nantinya juga akan bisa dibeli di REMIX. Barangnya belum ada di toko saat artikel ini ditulis. Begitu tersedia, kami kabari di sini.
Kru REMIX di balik panggung
Di acara ini REMIX ikut sebagai sponsor dan memegang sebagian backline, yaitu alat-alat musik yang dipakai di panggung. Tidak semuanya dari kami, tapi bagian yang kami pegang kami siapkan dari hari pertama: diturunkan, dipasang, dicek, lalu dijaga sampai acara selesai.

Menjelang pintu dibuka, logo kami muncul di layar besar panggung, di depan ruangan yang mulai terisi.

Saat Sabuga penuh
Selasa malam, kursi-kursi yang sehari sebelumnya kosong sudah terisi sampai ke tribun atas.

Sidney Mohede sudah lebih dari dua puluh tahun melayani sebagai worship leader dan penulis lagu. Ia pernah menjadi vokalis band Giving My Best, memimpin True Worshippers yang kemudian menjadi JPCC Worship, dan menulis "Hosanna (Be Lifted Higher)", lagu yang direkam Israel Houghton di album Love God. Love People.

Sari Simorangkir adalah salah satu suara paling dikenal di musik rohani Indonesia. Sejak 1996 ia menjadi vokalis utama True Worshippers bersama Sidney Mohede, dan lagu-lagu yang ia nyanyikan, seperti "Karya Terbesar" dan "Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil", akrab di telinga banyak jemaat. Malam itu dua suara yang dulu sama-sama di True Worshippers kembali berdiri di satu panggung.

Di balik drum, Kevin Rinaldy menjaga tempo sepanjang malam, dari lagu yang pelan sampai bagian yang membuat satu gedung ikut bernyanyi.

Ada momen-momen ketika musiknya mereda dan yang terdengar tinggal suara penonton.

Malam itu ditutup dengan confetti dan semburan api dingin, sementara panggung masih bernyanyi.

Terima kasih untuk Frontline Worship dan IFGF Bandung yang sudah mengajak kami terlibat, untuk Chordozora dan Canopus, dan untuk semua yang datang ke Sabuga malam itu.
Buat drummer pelayanan: rekomendasi stik dari REMIX
Kalau kamu drummer pelayanan dan sedang cari stik baru, di REMIX ada stik Wincent. Merek ini dari Swedia, dirintis Dan Nylén tahun 1992 di garasi orang tuanya di Robertsfors, dan dibuat dari kayu hickory dan maple. Tiga yang bisa jadi titik awal:
- Wincent Gospel Chopz, namanya saja sudah menjelaskan untuk siapa.
- Wincent Echa Soemantri Signature (W-YES), stik signature Echa Soemantri, yang juga salah satu endorser Canopus di Indonesia.
- Wincent 5A Acorn Tip Hickory, stik 5A klasik dengan ujung kayu bentuk acorn dan lapisan wax untuk pegangan yang konsisten.
Model lainnya, termasuk signature drummer Indonesia lain, ada di halaman Wincent.













